
Ramai Jadi Perbincangan! Ruben Onsu Buka Suara Usai Di Demo
Ramai Jadi Perbincangan, Presenter Ruben Onsu Kembali Menjadi Sorotan Setelah Sejumlah Orang Menggelar Demonstrasi. Massa meminta stasiun televisi menghentikan penampilannya di layar kaca. Aksi tersebut berlangsung di kawasan Tendean, Jakarta Selatan, pada Kamis, 5 November 2026. Para peserta membawa spanduk berisi seruan boikot.
Ramai Jadi Perbincangan, Ruben akhirnya memberikan tanggapan melalui akun Threads pribadinya. Ia juga menyampaikan permintaan maaf kepada warganet karena polemik tersebut menyita perhatian publik. Untuk menyertai pernyataannya, Ruben turut membagikan tangkapan layar percakapan sebuah grup WhatsApp.
Dalam unggahannya, Ruben menuliskan kalimat yang menyiratkan bahwa dirinya telah mengetahui pihak yang mengoordinasikan aksi. Ia juga melontarkan komentar bernada sindiran kepada pihak yang ingin mengikuti demonstrasi tersebut. Tidak berhenti di situ, Ruben menyoroti ketentuan pakaian peserta yang tercantum dalam tangkapan layar.
Percakapan tersebut memperlihatkan aturan busana bagi perempuan dan laki-laki. Peserta perempuan di sebut di minta mengenakan kemeja dan hijab, sedangkan peserta laki-laki menggunakan kemeja panjang serta peci. Melihat ketentuan tersebut, Ruben memberikan komentar bernada jenaka. Ia menyinggung penggunaan aturan pakaian atau dress code dalam demonstrasi.
Aksi Demonstrasi Di Kawasan Tendean Jadi Sorotan
Aksi Demonstrasi Di Kawasan Tendean Jadi Sorotan. Demonstrasi yang menyeret nama Ruben Onsu berlangsung di depan gedung stasiun televisi swasta di kawasan Tendean, Jakarta Selatan. Sejumlah orang berkumpul sambil membawa berbagai atribut dan spanduk. Mereka menyampaikan tuntutan agar pihak televisi tidak lagi memberikan ruang kepada Ruben untuk tampil dalam program siaran.
Selain menyasar stasiun televisi, peserta aksi juga meminta Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) memperhatikan keberatan yang mereka sampaikan. Spanduk yang di bawa menampilkan foto Ruben dengan tulisan bernada ajakan boikot. Dokumentasi demonstrasi kemudian menyebar melalui media sosial dan memancing beragam tanggapan.
Aksi tersebut muncul ketika nama Ruben sedang menjadi pembicaraan akibat kontroversi rekaman video call yang beredar di internet. Berbagai komentar dan tuduhan kemudian berkembang di ruang digital. Namun, informasi yang beredar di media sosial tidak otomatis menjadi bukti atas suatu tuduhan. Karena itu, publik perlu membedakan antara tuntutan peserta demonstrasi.
Informasi yang telah di konfirmasi, dan dugaan yang masih memerlukan pembuktian. Perbedaan tersebut penting agar pemberitaan tidak memperlakukan tuduhan sebagai fakta yang sudah di pastikan. Setelah mengetahui aksi tersebut, Ruben Onsu memberikan respons melalui akun Threads pribadinya. Ia mengaku sudah mengetahui pihak yang di duga berada di balik demonstrasi.
Ramai Jadi Perbincangan, Ruben Onsu Minta Maaf Kepada Warganet
Ramai Jadi Perbincangan, Ruben Onsu Minta Maaf Kepada Warganet. melalui unggahan yang sama. Ia merasa persoalan yang melibatkan dirinya kembali menyita perhatian masyarakat. Namun, ia juga menyindir bahwa masih banyak persoalan pemerintahan yang dianggap lebih penting untuk mendapatkan sorotan.
Pernyataan tersebut disampaikan dengan gaya bahasa santai dan disertai candaan. Ruben seolah mengingatkan bahwa perhatian masyarakat tidak seharusnya hanya tertuju pada polemik yang sedang menyeret namanya. Ia juga mengajak warganet memberikan informasi mengenai cerita di balik demonstrasi tersebut. Permintaan maaf itu menjadi salah satu bagian yang paling banyak diperhatikan dalam pemberitaan.
Pasalnya, Ruben tidak hanya membahas tuntutan boikot. Ia juga menyinggung persoalan lain yang menurutnya layak mendapatkan perhatian lebih besar. Di tengah respons yang bermunculan, masyarakat memberikan beragam pandangan. Sebagian membahas sikap Ruben, sementara yang lain mempertanyakan alasan demonstrasi tersebut.
Perbedaan tanggapan itu memperlihatkan bagaimana persoalan figur publik dapat berkembang menjadi perdebatan luas di media sosial. Di sisi lain, kuasa hukum Ruben, Minola Sebayang, turut memberikan tanggapan mengenai demonstrasi tersebut. Ia menyebut penyampaian pendapat merupakan bagian dari kehidupan demokrasi selama peserta mengikuti aturan yang berlaku.